Ibu yang belajar Bahasa Inggris

Halo, aku Sashi, seorang ibu rumah tangga. Hobiku memasak dan banyak yang bilang masakanku enak. Aku juga tahu keluargaku sangat suka masakanku, tapi entah kenapa mereka jarang memuji kelebihanku itu. Lebih sering malahan mereka meledek aku, terutama tentang bahasa Inggris, yang aku memang tidak terlalu bisa. Oya, ngomong-ngomong soal ini, aku jadi ingat. Saat ini aku sedang bingung. Kakakku satu-satunya yang tinggal di Amerika,  minta tolong aku untuk datang kesana barang sebulan untuk bantu-bantu persiapan pernikahan anak gadisnya. Aku harus kesana sendirian karena nggak mungkin aku minta suami atau anakku bolos sebulan untuk menemani aku. Tapi aku juga nggak bisa membayangkan bagaimana nantinya aku di sana…

* * *

Review Film: “English Vinglish” (2012)

🙂 Mungkin seperti itulah suara hati Sashi, tokoh utama dalam film English Vinglish yang akan saya ceritakan ini. Saya tidak sengaja jadi tahu tentang film India ini saat googling tentang motivasi belajar Bahasa Inggris. Saya baca sekilas ringkasan ceritanya, nonton trailernya, dan penasaran 🙂 . Film ini dirilis tahun 2012, dan sekarang bisa dinikmati lewat DVD atau streaming.

Ini ya trailernya, yang baru mulai di detik ke-30 :p

Bagian awal film menggambarkan keseharian keluarga Sashi (diperankan oleh Sridevi) di rumahnya: Suaminya Satish, anak perempuannya Sapna, anak laki-laki kecilnya Sagar, dan ibu mertuanya. Satish dan Sapna tampak sering bersikap kurang menghargai Sashi, termasuk mengolok-olok ketidakmampuan Sashi berbahasa Inggris, sehingga ia menjadi rendah diri. Walaupun Sashi lihai memasak, bahkan dia sukses berbisnis laddoo (jajanan India), Sapna terlihat tidak bangga memiliki ibu seperti Sashi. Hal ini semakin jelas tampak saat di sekolah Sapna -yang menggunakan bahasa Inggris-, ada pertemuan orang tua dan guru. Ketika sang ayah berhalangan hadir, Sapna lebih memilih mengatakan bahwa ibunya sakit daripada datang bersama ibunya.

Cerita mulai bergulir saat Manu, kakak Sashi yang tinggal di New York, hendak menikahkan anaknya dan meminta Sashi datang sendirian lebih dulu untuk membantu persiapan pesta. Walaupun awalnya keberatan, dengan dukungan keluarganya akhirnya Sashi memberanikan diri keluar dari zona nyamannya: terbang sendirian ke Amerika Serikat.

Kebingungan dan rasa tidak nyaman mulai menyertai perjalanan Sashi, mulai saat di pesawat, berhadapan dengan petugas imigrasi, nggak nyambung saat ngobrol dengan calon menantu Manu yang orang Amerika, dan puncaknya adalah pengalaman pertamanya membeli kopi di suatu kafe. Amerika Serikat seolah sangat tak bersahabat dengannya…

Itulah salah satu titik balik dalam hidup Sashi, ketika akhirnya dia memutuskan mengakhiri ketidakmampuannya berbahasa Inggris (sekaligus mungkin mengakhiri perasaan rendah dirinya selama ini): dengan sembunyi-sembunyi dan susah payah akhirnya dia mendaftar kursus singkat bahasa Inggris. Hari demi hari, seiring kemampuannya “menaklukkan” New York dan bertemu orang-orang baru untuk belajar bersama, rasa percaya diri Sashi tumbuh. Konflik percintaan pun ditambahkan ke film ini dengan cukup wajar. Adalah Laurent, pria Perancis salah seorang teman kursus Sashi, yang mengagumi kemampuan masak Sashi -yang dianggap biasa saja oleh keluarganya- … karena Laurent adalah seorang koki. Lama kelamaan Laurent bukan hanya jatuh hati pada kemampuan masak Sashi, tapi juga pada diri Sashi. Begitupun Sashi, tanpa sadar merasakan kebahagiaan karena merasa dihargai, sesuatu yang jarang ia rasakan dari suami dan anaknya. Nah, terus bagaimana akhirnya? Ya silakan ditonton filmnya hehe..

* * *

Selain mendapat review cukup positif, English Vinglish menjadi perhatian karena di film inilah, aktris legendaris Sridevi kembali berakting setelah lima belas tahun vakum. Di mata saya, dia memang layak jadi perhatian, karena aktingnya begitu natural sekaligus memukau. Aktor lainnya juga memainkan perannya dengan alami, termasuk teman-teman Sashi di tempat kursus, yang juga memberi sentuhan humor di film ini. Yang juga tak bisa dilewatkan adalah penampilan cameo Amitabh Bachchan yang kocak 😀 .

Gambar-gambar yang ditampilkan sungguh menawan, baik itu di India maupun di New York. Oya, saya juga jadi ngeh, ternyata di India (yang salah satu negara anggota persemakmuran Inggris), ada orang-orang seperti Sashi yang tidak terlalu bisa berbahasa Inggris. Dari segi lagu, menurut saya semuanya mengalir dengan alami dalam film tanpa kesan dipaksakan (patokannya adalah saya nggak ingin skip lagunya 😀 ). Saya bahkan punya lagu favorit, yaitu Manhattan, dengan irama dan lirik yang sangat catchy, dibarengi gambar-gambar indah hiruk pikuk Manhattan. Dari segi cerita… hm… ada satu – dua hal kecil yang bikin saya kurang sreg (salah satunya… ya kursus bahasa Inggris yang super singkat itu 😀 ). Tapi jika kita bisa menikmati saja film ini sebagai hiburan tanpa mikir yang njelimet, sambil ambil pelajarannya, saya merekomendasikan film ini untuk ditonton.

Salah satu pelajaran yang saya petik, seperti kata Sashi di akhir cerita, “Family is the place where you can get love and respect.”. Oke, jadi bukan hanya tentang menumbuhkan dan merawat cinta, tapi juga rasa hormat, di antara semua anggota keluarga: suami, istri, dan anak. Dengan begitu, saat masa-masa sulit tiba, anggota keluarga akan saling menguatkan, bukannya berpaling kepada yang lain.

Pelajaran lain, menurut saya, penting bagi kita untuk memiliki sesuatu dari diri kita yang kita cintai untuk lakukan, yang bisa membuat kita merasa istimewa dan percaya diri, yang bisa kita banggakan. Apapun itu.. apakah itu kemampuan membuat laddoo, ataupun kemampuan berbahasa Inggris 🙂 . Jadi kalau ada yang tanya, “Kenapa saya harus belajar bahasa Inggris? Saya kan . . . [silakan isi dengan apa saja]”, saya juga akan tanya, “Kenapa tidak?” 😀 .

* * *

Belajar Bahasa Inggris untuk pemula ala Sashi

Tidak ada kata terlambat dalam belajar. Setelah sekian lama, akhirnya Sashi memutuskan untuk memulai belajar bahasa Inggris. Bagaimana caranya?

  1. Mengikuti kursus bahasa Inggris
    Menurut mentor kita mbak Yo di post ini , salah satu hal penting belajar bahasa asing adalah pengetahuan tata bahasa. Mengikuti kursus adalah salah satu pilihan tepat untuk yang masih belum menguasai dasar tata bahasa asing, karena ada guru yang bisa ditanyai dan bisa mengoreksi / memberi feedback.
  2. Menonton film dengan subtitle bahasa Inggris
    Ada adegan di mana Sashi menonton film dan membaca subtitlenya. Ini bisa membantu kita jika kita belum terbiasa mendengar percakapan bahasa Inggris secara langsung. Selain itu, perbendaharaan kita juga bisa bertambah. Ketika Sashi mendengar dan melihat kata “judgemental” di film itu, dia berusaha mencari tahu artinya.
  3. Bertanya kepada yang lebih paham
    Sashi langsung bertanya kepada keponakannya yang fasih berbahasa Inggris tentang arti judgemental. Wah, cocok seperti salah satu tips dari mbak Yo di post tadi: buang rasa segan, malu, dan enggan. Tanpa malu Sashi bertanya kepada yang lebih muda, yang memang lebih paham. Ini juga menjadi bukti motivasi diri dan kegigihan Sashi.
  4. Banyak baca dan belajar / berlatih di tiap kesempatan
    Lagi-lagi, Sashi sudah melakukan satu tips dari mbak Yo rupanya 😀 . Banyak baca, baca hampir apa saja. Ada potongan-potongan adegan Sashi berusaha membaca dan memahami bacaan di mana saja: tulisan-tulisan di magnet kulkas, peta dan poster di dinding kelas. Dia juga tampak berlatih speaking di kamar mandi. Ya, jika memungkinkan, kita bisa berlatih di tiap kesempatan, sekecil apapun. Misalnya, suka nyanyi di kamar mandi? Kalau kebetulan lagu favorit kita berbahasa Inggris, bisa kita nyanyikan sambil dipelajari tata bahasa atau kosakatanya 🙂 .

Nah, itu tadi pengamatan saya tentang cara Sashi belajar bahasa Inggris. Kalau saya, salah satu cara berlatih bahasa Inggris adalah dengan ikut tantangan BEC  😀 . Kalau teman-teman, bagaimana?

Advertisements

11 thoughts on “Ibu yang belajar Bahasa Inggris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s