Gerund. Apakah itu?

Referensi dan sumber gambar: http://www.grammarly.com/blog/2015/gerund/

Yang mana gerund di kalimat ini? “Learning” 😀 , bukan “gerunds” 😀 .

Kemarin, di post review tantangan kita, ada kalimat “You just need to let it flow like water without interrupting it.“. Kenapa “without interrupting” bukannya “without interrupt“?  Yuk.. kita jawab sama-sama sambil belajar tentang gerund ini.

Gerund berbentuk Verb + -ing , mirip seperti present participle, tetapi kegunaannya adalah sebagai noun (kata benda), bukan verb (kata kerja). Perhatikan perbedaanya pada dua kalimat berikut:

I am reading a magazine.   –> reading sebagai kata kerja.

Reading is one of my hobbies.  –> reading sebagai kata benda.

Jelas kan ya? 😀 Nah, karena gerund berfungsi sebagai kata benda, dia bisa digunakan seperti halnya kita menggunakan kata benda:

  • Singing makes me happy (seperti halnya Clear weather makes me happy)
  • She likes knitting (seperti halnya She likes dolls)
  • Can you walk in the rain without getting wet? (seperti halnya Can you walk in the rain without your umbrella?)

 

Nah, yang kadang bisa membingungkan, ada bentuk kata kerja yang mengandung “to”, yang semestinya diikuti kata benda (yang berarti juga bisa diikuti oleh gerund). Ini beberapa contohnya:

  • look forward to: I look forward to working together with you (seperti halnya I look forward to your reply)
  • be addicted to: She is addicted to buying makeup (seperti halnya She is addicted to cookies)

Jadi hati-hati ya, tidak selalu kata “to” diikuti oleh kata kerja dasar.

Nah, gimana? Semoga cukup jelas ya pembahasan singkat kali ini tentang gerund. Teman-teman ada yang mau menambahkan contoh kalimat lain yang mengandung gerund? Silakan komentar di bawah atau di twitter ya 😉

Now, do you look forward to taking BEC’s challenge this Friday? 😀

* * *

If you have any questions, comments, or suggestions regarding the topic or the challenge, let us know by leaving a comment below, or sending us email, or mentioning us in twitter! Thank you! 🙂

Advertisements

23 thoughts on “Gerund. Apakah itu?

    • BEC says:

      Admin jadi googling lagu ini, maklum cuman tau lagu jadul 🙄 Ide bagus loh belajar dari lagu 🙂

      Kalau potongan lirik yang disebut Rani barusan, sepertinya itu [Verb + -ing] sebagai kata kerja, bukan kata benda.

      Kalau yang gerund, gampangannya sih bisa digantikan kata benda. Ini ada beberapa contoh:
      1. Shake it off nya Taylor Swift: “Can’t stop, won’t stop moving” (seperti halnya I can’t stop the bus)
      2. Lagu jadul juga yang judulnya “I can’t Stop Loving You” (sama seperti contoh no. 1)
      3. Lagu jadul “Loving You” (yang ada la-la-la-la nya 😀 ): “Loving you is easy ’cause you’re beautiful” seperti halnya (The test is easy)

      Yang lain boleh nambahin ya 😀

      Like

      • Rani Asean says:

        Gaswat min! aku makin banyak contoh kok makin bingung yak?? *duhh
        Bentar….
        Itu kenapa contoh yg kedua “I can’t Stop Loving You” bisa jadi kata benda? pengertian aku mah kata kerja min? pahami aku min, masih belom ngerti soalnya 😐

        Like

        • BEC says:

          Mimin mencoba pahami.. :mrgreen:
          Maksudnya, [Verb + -ing] nya bisa diganti kata benda.. berarti dia berfungsi sebagai kata benda, bukan kata kerja.

          I can’t stop “loving you”, “loving you” nya bisa diganti kata benda, misal I can’t stop the bus, atau I can’t stop the music.

          Semoga jelas yah! Kalo masih ada pertanyaan silakan lho Ran 😀

          Like

        • kutukamus says:

          Mimin, ikutan ngeramein ya. 🙂

          I want to go (‘to’ sebagai infinitive)
          Give it to me! (‘to’ sebagai preposition)

          Sebagai preposition (kata depan), normalnya ‘to’ perlu diikuti kata benda (something atau somebody). Bentuk ungkapan yang lazim misalnya:

          I’m looking forward to it (to look forward to + noun)
          She’s not used to it (to be used to + noun)

          Artinya, ‘to’ tidak selalu butuh kata kerja (verb). Jadi dua kalimat berikut ini punya arti berbeda:

          Let’s stop smoking
          Let’s stop to smoke

          Yang pertama ajakan ‘untuk berhenti merokok’, yang kedua ajakan ‘untuk merokok’ (break sejenak dari aktivitas yang sedang dilakukan—mungkin lagi nyetir, jogging, kerja di ruangan non-smoking dll). Jadi serupa:

          I can’t stop loving you
          I can’t stop to love you

          Yang pertama berarti ‘Aku tidak bisa berhenti mencintaimu’. Menyiratkan sebenarnya ‘ingin’ [berhenti], tetapi tidak bisa (alias romantis abis). Secara konotatif, bentuk “I can’t stop loving you” lebih desperate daripada sekadar “I [will] always love you”.

          Yang kedua tidak umum (banyak bentuk lain yang lebih lazim). Tetapi kalau mau dipaksaartikan juga, kira-kira konteksnya adalah “Aku tidak bisa mengorbankan ‘anu’ (sebuah rencana, cita-cita dsb) hanya untuk mbelain kamu”. Ini kejam. Huhuhu.. 😭

          Liked by 1 person

  1. Novi Tjandra says:

    Sedari dulu kalau kudu dijelasin tentang gerund, agak memusingkan. Biasanya aku cuma feeling aja, ini kalimat pake v+ing atau enggak *tepok jidat*

    Makasih loh penjelasannya, jadi bisa review ulang pelajaran di sekolah dulu.. 😀

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s