Review tantangan: Confusing Words

Terimakasih Mbak Yo sudah membuat postingan review untuk challenge 16.2 berlatih menggunakan kata-kata yang membingungkan. Agak berbeda dengan review-review yang sebelumnya di mana kami memilih satu postingan untuk review,  di tantangan kali ini kami memilih untuk mengambil  bagian-bagian dari submission tiap peserta untuk direview.

Jadi mari kita simak! 😊

Hai, Pos ini adalah review tantangan EF16. 2: Confusing Words.

Dalam posnya admin BEC menjelaskan arti kata-kata yang membingungkan itu ditambah dengan contohnya. Saya mengambil beberapa kalimat dari pos anggota yang ikut tantangan diatas untuk review kali ini. Jadi kali ini saya tidak akan review satu pos utuh. Semua pos yang masuk betul menggunakan kata-kata yang membingungkan. Coba yuk kita lihat di bawah ini.

Sometime
Oh dear, I think I’ll just have a sneak peek of his smile sometime this afternoon and just guess where I’m keeping his picture? Artinya: Ya ampun, Saya pikir saya akan mengintip untuk melihat senyumnya suatu saat sore ini dan coba tebak dimana saya menyimpan fotonya?

Some time
It takes some time to me to find an idea to write this thing.
Koreksi bentuk kata kerja dalam waktu lampau: It took some time for (bukan to) me to find an idea to write this thing. Kalimat ini harus dalam bentuk lampau karena menjelaskan situasi sebelum si penulis menulis pos tantangan ini, yang berarti sudah terjadi sebelumnya = past tense (take – took). Arti kalimat ini dalam Bahasa Indonesia: Saya perlu beberapa waktu untuk menemukan ide menulis hal ini.

It’s been some time I don’t speak Javanese since I live in Bogor. Koreksi: It’s been some time I haven’t spoken Javanese since I live in Bogor. Artinya: Sudah beberapa waktu saya tidak berbahasa Jawa sejak saya tinggal di Bogor. Semua kalimat yang memakai kata berikut: since, for, already, never selalu menggunakan bentuk perfect tense, baik dalam bentuk sekarang (present perfect tense) maupun bentuk lampau (past perfect tense) serta beberapa variasi lainnya. Present perfect tense di kalimat ini menggambarkan sesuatu yang terjadi diwaktu lampau tapi tetap berlangsung hingga sekarang. Si penulis menyatakan setelah tinggal di Bogor sudah beberapa waktu ia tidak berbahasa Jawa. Ia pindah ke Bogor sudah bentuk lampau tapi berbahasa Jawanya harus dalam bentuk  present perfect tense (haven’t spoken) karena sampai sekarang si penulis tidah berbahasa Jawa sejak tinggal di Bogor.

Sometimes
But sometimes, we do really need to put ourselves in a group which are making us grows. Koreksi: But sometimes, we do really need to put ourselves in a group that makes us grow. A group hanya satu, jadi memakai kata that (yang) bukan which (yang mana). Setelah kata that, makes bukan are making karena hanya ada satu group, bentuk tunggal. Dan dalam waktu sekarang present tense (makes) bukan present continous tense (are making). Kata kerja kedua dalam satu kalimat dengan satu subyek selalu dalam bentuk infinitif, a group that makes us grow, bukan a group that makes us grows.

Quiet
The atmosphere in there was not as quiet as I expected. Infact, it was a bit noisy. Suasana di sana tidak sesunyi seperti yang saya bayangkan. Bahkan suasananya agak berisik.

Quite
Jules, quite describe a working people now days: doing a lot of things in one day. It just like she don’t have enough sleep, often skip her breakfast, don’t have enough time to just slow down the pace. Koreksi: Jules, quite describes a working woman (bukan people karena people bentuknya jamak) nowadays: doing a lot of things in one day. It just like she doesn’t have enough sleep, often skips her breakfast, doesn’t have enough time to just slow down the pace. Untuk penulis, silahkan latihan penggunaan tenses dan bentuk kata kerja untuk orang pertama dan orang ketiga.

Quit
I was trying to cheer her up, and finally she quit complaining about stuffs. Saya berusaha menghibur dia, akhirnya dia berhenti mengeluh. Quit disini berarti kata kerja berhenti.

Knowing that whatever he said would end in denial, he said in a really flat tone and expression, “Maybe your face.” and he quit the room. Tahu bahwa apapun yang ia katakan akan berujung ke penyangkalan, dengan nada dan ekspresi yang datar ia berkata: “Mungkin wajah kamu” dan ia meninggalkan ruangan. Quit disini berarti meninggalkan bukan berhenti. Kata kerja quit mempunyai beberapa arti.

Fokus tantangan ini adalah melatih kata-kata yang mirip dan membingungkan, apalagi confusing words ini terdengar sama ditelinga. Semua pos yang masuk betul memakai confusing words dalam konteksnya, untuk itu dua jempol saya untuk kalian. Hanya sebagai grammar Nazi di akhir review singkat ini saya sarankan untuk beberapa teman-teman supaya melatih bentuk dasar kata kerja supaya kesalahan dasar tidak ada lagi. These faults are unnecessary.

Sampai di challenge selanjutnya.

====

Advertisements

5 thoughts on “Review tantangan: Confusing Words

  1. Aireni Biroe says:

    bagian that dan which jadi ingat postingan sendiri untuk tantangan aplikasi di smartphone…sok2an pakai which tapi setelah baca ini, sepertinya saya salah menempatkan which #hadeuuh hehe
    #makasih pencerahannya, Mbak Yo 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s