Review Tantangan 16.1

Nggak terasa sudah saatnya post review tantangan lagi, kali ini tantangan pertama di tahun 2016. Senang rasanya membaca post teman-teman tentang “the word for 2016”. Kali ini kami ingin mengucapkan terima kasih untuk mbak Rahma Aireni yang sudah bersedia untuk direview. Sedangkan untuk review kali ini, izinkan kami memperkenalkan mentor baru, mbak Nyoman Dhita, teman kita yang tinggal di Amerika Serikat dan saat ini berprofesi sebagai guru piano. Yuk kita simak reviewnya dan belajar bersama! 🙂

Review

My Word for 2016

Well, this is my first article for challenge of Blog English Club (BEC). Just feel free to correct my wrong in this writing. [lebih tepat bila menggunakan ‘mistakes’: …feel free to correct my mistakes]

To be honest, I was confused to choose what is my word for 2016? [To be honest, I was confused while choosing my word for 2016. “what is” dan tanda “?” dihilangkan. Penjelasannya lihat poin 2 di bawah ya.] Until I realized that there was one thing which I must do. Yes, I hope I can make it right in this year.

So, what is the word?

Graduation.

Now, I was  in third semester student at university. [Now, I am in my third semester at university. Tidak perlu menambahkan ‘student’. Penjelasan lihat poin 3. Atau, alternatif kalimat lain: Now, I am a third-semester student at university.] 

Next month, I will be in fourt semester which I must finish my thesis. [Next month, I will be in my fourth semester in which I must finish my thesis. Perhatikan, ada sisipan “my” dan “in”.]

Although, [tidak perlu koma] I still didn’t know what is my topic should I choose. [Although I still don’t know what topic I should choose. “I should” bukan “should I”, penjelasan lihat poin 2.
Catatan, pada umumnya “although” membutuhkan anak kalimat.
Alternatifnya, bisa digabung dengan kalimat berikutnya seperti ini: Next month, I will be in my fourth semester in which I must finish my thesis although I still don’t know what topic I should choose.]

Sometime[s] it made [‘makes’] me felt [‘feel’] so sad. [Sometimes it makes me feel so sad. catatan admin: “Sometime” atau “sometimes”? Yuk baca lagi perbedaannya di sini 😉 .]

That’s it! :p

I am sorry for this short article. I don’t know what should I [‘I should’, lihat poin 2] write. [I don’t know what I should write.]

Hope [‘hopefully’], [sisipkan ‘in the’] next challenge, I can write more than this. I feel glad in BEC’s challenge just there is maximum word[s] [koma] not minimum #Eh :P. [I feel glad in BEC’s challenge there is just maximum words, not minimum.]

~~~~~~~~~~~~~~

Hallo mbak Aireni,  

Terima kasih sudah berkenan mengirimkan tulisan untuk tantangan BEC. Saya salut mbak sudah berani menulis. Maju terus mbak! Untuk tulisan mbak, saya ingin memberikan beberapa masukan dan penjelasan atas review saya di atas. Secara umum tulisan mbak cukup mudah dipahami, dan itu awal yang sangat bagus. Semoga catatan ini bisa membantu membuat tulisan mbak lebih baik lagi.

  1. Yuk kita review lagi penggunaan present tense dan past tense. Bentuk past tense yang mbak gunakan di paragraf 2 dan 3 (was, did, did not, felt, made) menyiratkan bahwa semua itu sudah terjadi, dan sudah selesai. Sementara kalau saya mencoba memahami konteksnya, sepertinya apa yang tertulis di paragraf 2 dan 3 itu terjadi saat ini, dan masih akan berlanjut sebagai suatu yang ‘rutin’ sampai suatu titik di masa depan. Untuk mengekspresikannya, gunakan simple present tense (am, do/does, do/does not, feel(s), make(s)).
  2. Mari kita bahas perbedaan bentuk tanya/interrogative dan bentuk pernyataan negatif yang menyerupainya. Contohnya kalimat “I don’t know what should I write”.
    Bentuk ‘what should I write’ adalah bentuk tanya/interrogative, dan harus diakhiri dengan tanda tanya. Tapi kalau kita ingin menyatakan “saya tidak tahu apa yang harus saya tulis” maka penulisannya menjadi “I don’t know what I should write”.
    Maka kalimat tersebut adalah kalimat negatif saja, bukan gabungan 2 kalimat negatif dan interrogative. Sebuah pernyataan, bukan pertanyaan. [catatan admin: lain kali kami akan tulis post khusus tentang poin 2 ini ya! 😀 ]
  3. Yuk kita analisa kalimat “Now I am in my third semester student at university”.
    Now                                      :ket. waktu
    was                                     :subyek+to be
    in                                          :penunjuk
    third semester student       :obyek
    at university                         :ket. tempatDari sini kita bisa melihat jelas bagaimana makna Bahasa Inggrisnya, yaitu bahwa kita berada di dalam mahasiswa. Untuk itu, kata ‘student’ sebaiknya dihilangkan sehingga obyeknya hanyalah ‘semester ketiga’.Sekedar saran, untuk menulis sesuatu dalam bahasa Inggris, kita cenderung menterjemahkannya kata per kata dari bahasa Indonesia. Ini proses yang wajar dalam pembejalaran. Namun pada akhirnya kita akan belajar menterjemahkan keseluruhan idenya, langsung disusun dalam bahasa Inggris. Tetap rajin menulis dalam bahasa Inggris ya mbak Aireni!

Dari admin

Gimana? Semoga jelas dan membantu ya! Jika ada koreksi atau pertanyaan, silakan tinggalkan komentar di bawah. Jika ada usul atau ingin berbagi cerita, boleh juga lho! Silakan kirim ke blogenglishclub@gmail.com. Sampai jumpa!

Advertisements

7 thoughts on “Review Tantangan 16.1

  1. Aireni Biroe says:

    Nah loh, ketahuan kan kalau mengartikan kata per kata 😀
    Haha…sya sempat bingung juga perbedaan salah menggungan wrong atau mistake
    Oya, satu lagi, mengenai poin 2 (sebelum membahas secara khusus dalam satu postinga) 😛

    Misalkan ada kalimat seperti ini:
    a. Apa yang kamu pikirkan? (What do you think?)
    atau apa yang sedang kamu pikirkan? (What are you thinking about?)
    b. Aku tahu apa yang kamu pikirkan (I know what you think)
    Mohon dikoreksi 🙂

    Liked by 1 person

    • Franz Herz says:

      Benar (bisa juga “I know what you are thinking about”, tergantung tenses yang digunakan). Sepertinya poin 2 akan dijelaskan terperinci mengenai noun clause (klausa nomina).

      Mungkin kalau dalam pelajaran Bahasa Indonesia itu semacam bentuk perluasan.

      Barangkali seperti itu. CMIIW 🙂

      Liked by 1 person

    • ystia ~Vita says:

      Pendapat saya pribadi 🙂
      “mistake”, sebagai kata benda, sangat umum digunakan misalnya “It’s a mistake.” atau “It’s not your mistake.”.
      Sedangkan “wrong” lebih umum digunakan sebagai kata sifat, misalnya “it’s wrong”, “you’re wrong”. Memang “wrong” bisa juga digunakan sebagai kata benda, tapi menurut saya lebih ke kesalahan yang berhubungan dengan etika atau moral (coba lihat arti kata wrong di google).

      Lalu pertanyaan kedua, udah dijawab sama mas Franz Herz yaaa 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s